Oleh: Pos Kabupaten Media
poskabupaten.com – Fenomena motor mogok setelah mengisi BBM pertalite di Jawa Timur kembali terjadi, kini fenomena tersebut meluas ke Sidoarjo. Sudah sepekan fenomena ini terjadi, akibatnya sejumlah bengkel di Sidoarjo kebanjiran motor rusak ataupun mogok dengan keluhan yang sama setiap harinya. Dari kesaksian “Adi salah satu pemilik bengkel di Magersari, Sidoarjo”, motor yang datang ke bengkel memiliki keluhan hilang tenaga ataupun brebet bahkan tak sedikit motor yang datang ke bengkel dengan keadaan mogok. “Adi menambahkan” setelah menguras bensin dan ganti busi, keadaan motor kembali seperti semula. Adi menduga ada masalah pada bahan bakarnya karena pelanggan yang datang dengan keluhan yang sama mengaku motornya bermasalah setelah isi pertalite.
Selain di Sidoarjo, kejadian serupa terjadi di wilayah Lamongan. Ratusan kendaraan dilaporkan mengalami keluhan serupa. Kejadian ini viral di media sosial karena banyak warga Lamongan mengeluh kendaraanya brebet dan sulit dihidupkan. Akibat fenomena ini beberapa SPBU di wilayah kecamatan kota dan sekitarnya menerima banyak keluhan dari pelanggan. Taufik selaku salah satu pemilik SPBU di kecamatan Deket, Lamongan. Mengaku telah memberikan laporan atas keluhan pelanggan ke pusat. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan.
Dugaan Pencampuran Etanol dalam BBM Pertalite
Sejumlah mekanik dan pemilik bengkel di wilayah Sidoarjo menduga ada campuran etanol dalam BBM pertalite, campuran etanol ini, diduga mengakibatkan gangguan pada sistem pembakaran mesin, terutama di bagian injektor pada motor injeksi. Topan salah satu mekanik mengatakan “solusinya paling ganti pakai pertamax buat sementara, kalo tetap pakai pertalite sekarang ya bakalan beret lagi”.
Beberapa petugas SPBU di wilayah Sidoarjo juga merasakan keanehan pada bahan bakar pertalite, mereka menyebut aroma pertalite kini lebih menyengat dari biasanya. Menimbulkan dugaan adanya perubahan komposisi. Khoirul kolil petugas SPBU di jaalan Pandan Pancur mengungkapkan “ bau pertalite lebih nyengat dari biasanya sejak minggu kemarin”.
Awal Mula Fenomena Mogok Masal di Jawa Timur
Fenomena mogok masal ini mulanya terjadi di wilayah Tuban dan Bojonegoro, kini meluas hingga ke Sidoarjo dan Lamongan. Atas kejadian sebelumnya, pihak kepolisian Satreskrim Polres Tuban melakukan sidak dan penyelidikan dibeberapa SPBU terkait laporan. Dari hasil uji sampel yang dilakukan Pertamina bersama dengan Kementerian ESDM, tidak ditemukan adanya kandungan air dalam bahan bakar tersebut dan memenuhi standart.
Pertamina Buka Suara Masalah Isu Etanol
Terkait isu yang beredar di masyarakat pihak Pertamina menegaskan tidak ada campuran etanol pada produk BBM pertalite. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengatakan “Dari hasil uji laboratorium yang dilakukan bersama ESDM sebelumnya, menunjukan kondisi poroduk sesuai standart tidak ada kandungan air maupun etanol’. Dikutip pada 31/10/2025, Surabaya.
Beliau menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh konsumen atas ketidaknyamanannya. Direktur Utama Pertamina, Mars Ega Legowo Putra meyakinkan masyarakat agar tidak khawatir mengenai kualitas BBM pertalite, pihaknya akan melakukan investigasi lanjutan secara menyeluruh di tingkat SPBU. Sebagai langkah nyata, Pihak Pertamina telah membuka posko layanan. Pertamina telah membuka 15 posko pengaduan di wilayah terkait seperti Tuban, Bojonegoro, Gresik, dan Surabaya. Masyarakat dihimbau untuk melapor ke SPBU tempat pembelian terakhir atau melaporkan ke kanala resmi Pertamina contact center 135. Pihak Pertamina memastikan seluruh laporan akan ditangani dengan bertanggung jawab, termasuk menunjuk beberapa bengkel untuk perbaikan kendaraan yang terbukti rusak akibat masalah pengisian BBM pertalite di SPBU terkait.
Baca Juga: Proyek Kolaborasi Bioetanol! Langkah Cerdas Pertamina dan Toyota
Untuk Berita dan Info Penting lainnya di Indonesia Jangan Lupa Kunjungi Berita Dalam Negeri
